Bahasa Mandarin (普通话,pinyin: pŭtōnghuà) merupakan bahasa resmi Republik Rakyat Cina, dan digunakan di beberapa negara. Bahasa Mandarin termasuk dalam salah satu bahasa yang paling banyak dituturkan oleh manusia di berbagai penjuru dunia. Beberapa beranggapan bahwa bahasa Mandarin merupakan bahasa yang sulit dipelajari. Eits! Anggapan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar, karena bahasa Mandarin adalah bahasa yang unik dan dapat membuat pembelajarnya menjadi semangat hehe. Mau tau apa keunikannya? Yuk simak ulasan berikut..

  1. Pinyin

Di awal artikel ini terdapat kata ‘pinyin’. Mungkin bagi orang awam kata tersebut menimbulkan pertanyaan: “apa sih Pinyin itu?”. Hanyu Pinyin (汉语拼音,pinyin: hànyŭ pīnyīn) atau sering disebut Pinyin, adalah sistem romanisasi dari karakter ke tulisan Latin yang digunakan dalam bahasa Mandarin. Pinyin terdiri atas gabungan beberapa huruf latin dan ton di atas huruf vokal sebagai penanda tinggi rendahnya suatu kata. Pinyin sering diartikan pula sebagai cara baca karakter Han. Seperti yang kita tahu, bahasa Mandarin menggunakan karakter Han (汉字,pinyin: hànzi). Nah, bagi yang tidak tahu cara membaca karakternya, bisa melihat pinyin dari karakter tersebut. Hehe.

  1. Ton

Bahasa Mandarin adalah bahasa tonal. Artinya, setiap kata dalam bahasa Mandarin memiliki tinggi nada sesuai dengan artinya. Ton dalam bahasa Mandarin merupakan unsur yang sangat krusial. Salah mengucapkan ton sedikit bisa mengubah arti kata tersebut. Bahasa Mandarin sendiri memiliki 4 ton, yakni ton 1, ton 2, ton 3, dan ton 4.

  • Ton 1 merupakan ton datar, tidak ada perubahan tinggi nada, ditandai dengan garis ( ̶  )
  • Ton 2 merupakan ton naik, diucapkan dari nada sedang ke nada tinggi seperti mengucapkan suku terakhir kalimat tanya dalam bahasa Indonesia. Ditandai dengan garis ( ̷  )
  • Ton 3 merupakan ton turun naik, diucapkan dari nada sedang turun ke nada rendah, lalu naik ke nada tinggi. Ditandai dengan garis ( ˅  )
  • Ton 4 merupakan ton turun, diucapkan dari nada tinggi ke nada rendah seperti saat membentak. Ditandai dengan garis ( \ )

Tanda dari ton-ton tersebut biasanya digunakan dalam pinyin, misalnya kata mĕi berarti memiliki ton 3, qù berarti memiliki ton 4, jiā berarti memiliki ton 1, huó berarti memiliki ton 2, dan lain-lain.

  1. Bunyi konsonan yang berubah

Dalam bahasa Indonesia, kita mengucapkan kata ‘bapak’ sesuai dengan tulisannya, b-a-p-a-k. Hal yang sedikit berbeda dalam bahasa Mandarin, dimana sebagian besar huruf konsonannya jika diucapkan tidak sama dengan apa yang dituliskan, misalnya kata jiā, jika diucapkan akan menjadi seperti ciā. Untuk lebih jelasnya mari kita simak tabel berikut.

Ditulis Diucapkan
b p
p ph
d t
t th
g k
k kh
j c
q ch
z ts
c tsh

 

Begitulah kurang lebih cara pengucapan huruf konsonan dalam bahasa Mandarin. Jadi jangan sampai salah ucap ya!

  1. Tidak ada perubahan kata kerja

Ketika kita belajar bahasa Inggris, kita akan menjumpai banyak sekali bentuk kata kerja dan perubahannya sesuai tenses yang digunakan. Namun, sama seperti bahasa Indonesia, bahasa Mandarin tidak mengenal tenses dan perubahan kata kerjanya. Jadi apabila kita ingin berkata “makan”, entah itu kemarin, besok, atau sekarang, akan tetap menjadi kata “makan”, tidak berubah seperti eat, ate, eaten dalam bahasa Inggris. Contoh dengan kata kerja 去 (pergi) :

  • 银行。

wŏ qù yín háng.

Saya pergi ke bank.

  • 昨天我银行。

zuò tiān wŏ qù yín hang.

Kemarin saya pergi ke bank.

  • 明天我要银行。

míng tiān wŏ yào qù yín hang.

Besok saya akan pergi ke bank.

Tidak ada perubahan bukan? Secara gramatikal bahasa Mandarin mirip dengan bahasa Indonesia sehingga agak mudah dipelajari. Selamat belajar! 😉