Hal Yang Akan Kalian Temukan Ketika Mempelajari Bahasa Jepang

Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa yang unik di dunia, tapi karena keunikannya itulah bahasa Jepang jadi bahasa yang berbeda dengan bahasa bahasa lain di dunia. Gak percaya? Ketika kamu belajar bahasa Jepang, pasti kamu bakal nemuin kalo bahasa jepang itu….

 

  1. Gak ada konjugasi

Bagi kamu yang pernah belajar bahasa Prancis atau bahasa Arab sebelumnya, pasti kamu pernah dibikin puyeng dengan yang namanya konjugasi ini. Konjugasi ini hampir ada di tiap bahasa, namun sebenernya, apa sih yang dinamakan konjugasi? Tau kan yang kalo dalam bahasa Inggris biasanya suka ditambah ‘S’ ‘S’ gitu diakhir kata kerja buat nunjukkin apakah suatu kegiatan dilakuin oleh satu orang atau banyak orang? Nah itu lah yang disebut konjugasi.

Konjugasi adalah sistem perubahan bentuk kata kerja yang berhubungan dengan jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu. Jadi, hal-hal yang bakal ngerubah kata kerja tersebut misalnya saat berurusan sama jumlah, jamak-tunggal, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Nah, di bahasa Jepang, gak ada yang namanya konjugasi, kecuali ketika berhubungan dengan waktu.  Jadi  kamu gak perlu ribet ngapalin macem-macem kata kerja yang kelaminnya maskulin ataupun feminine karena semua kata benda dan kata kerja dalam bahasa Jepang jenis kelaminnya sama. Begitu juga dengan jumlah, jamak-tunggal yang gak ada bedanya di dalam bahasa Jepang.

 

2. Banyak kata serapan

Kata serapan dalam bahasa Jepang disebut Gairai-go (外来語) atau secara harfiah artinya kata dari bahasa asing. Gairai-go ini udah lazim dipake di dalam kehidupan sehari-hari dan jumlahnya banyak banget! Mulai dari toko kelontong yang letaknya di pinggir jalan (コンビニ), sampe kereta bayi yang biasa di dorong sama ibu-ibu menyusui (ベビカー), mulai dari susu kental manis (コンデンスミルク) sampe sepakbola amerika (アメフト), semuanya adalah contoh dari Gairai-go. Kabarnya, gairai-go ini mulai “diimpor” secara besar-besaran dari negara asing pas jamannya Restorasi Meiji, dimana saat di jaman itu mulai muncul Jepang yang kebarat-baratan gara-gara modernisasi di Jepang. Mulai saat itu, bahasa serapan asing di Jepang meningkat terus jumlahnya sampe tahun 1994, Institut Nasional Bahasa Jepang mencatat kurang lebih sepertiga dari kosakata bahasa Jepang adalah bahasa serapan asing!

 

3. Banyak Homofon

Ketika kamu belajar kanji, akan tiba suatu masa dimana kamu bakalan nemuin bahwa di dalam bahasa Jepang, khususnya pengucapan kanji, banyak banget kata yang homofon. Homofon, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda maknanya. Dalam bahasa Jepang, homofon ini disebut juga Douon-go (同音語) atau secara harfiah artinya kata yang bunyinya sama. Berikut akan penulis kasih contoh dari Homofon dalam bahasa Jepang.

Kami 

(kertas), (rambut), (tuhan)

Kata方・肩・型・形・片

(cara), 肩 (bahu), 型 (jenis), 形 (bentuk), 片 (potong)

Shin新・信・心・親・芯

(baru), 信 (percaya), 心 (hati), 親 (orangtua), 芯 (inti)

Itu tadi contoh dari sebagian kecil homofon di dalam Bahasa Jepang. Berbagai kata bisa sampe tiga, lima, bahkan lebih bunyi yang sama. Jadi, jangan sampe ketuker-tuker ya, readers!

 

  1. Punya macem-macem dialek

Sebagian dari kamu mungkin udah pernah denger dari dorama atau anime kalau Jepang memiliki macem-macem dialek, salah satu yang paling terkenal misalnya dialek Osaka. Namun sebenarnya, seiring berjalannya waktu, saat mempelajari bahasa Jepang, kamu bakalan nemuin kalo sebenernya dialek di Jepang gak cuma sebates dialek Osaka doang!

Berdasarkan wilayahnya, dialek di Jepang dibagi jadi 4, yaitu dialek Jepang barat, Jepang timur, Kyushu, dan Hachijou. Lalu dialek Jepang barat tersebut dibagi lagi jadi dialek Chugoku, Umpaku, Shikoku, Kansai, dan Hokuriku. Lalu dialek Jepang timur yang juga dibagi lagi jadi dialek Tōkai–Tōsan, Kantō, Hokkaidō, Tōhoku, dan pesisir Hokkaidō. Begitu juga dengan dialek Kyushu dan Hachijou. Banyak banget kan? Namun perlu kamu ketahui, beberapa dari dialek-dialek tersebut hampir punah akibat dari modernisasi. Sayang sekali ya, readers.

Saa, gimana tanggapan kamu setelah baca artikel diatas, omoshiroi deshou? Menarik kan! Jika kamu menemukan hal-hal unik lainnya ketika mempelajari bahasa Jepang, silahkan komen dibawah ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *