Nihon no Matsuri

Nihon no Matsuri

Kalo bicara soal festival dan negara dengan 4 musim, Jepang adalah salah satu negara yang punya festival musim paling banyak di dunia. Berbagai orang dari penjuru dunia rela nyisihin waktu dan uang mereka cuma demi bisa dateng ke festival-festival di Jepang yang unik nan nyeleneh ini. Kali ini penulis mau ngasih tau kalian tentang festival yang diadain setiap musimnya di Jepang. Simak baik-baik ya!

 

  1. Festival Toori no Ichi saat musim gugur

 

 

Toori dalam bahasa Indonesia berarti ayam jantan. Kalo berdasarkan kalender Cina tentang hari Ayam Jantan, festival ini dilangsungin sebanyak dua kali pas bulan November setiap tahunnya di Jepang. Festival ini udah ada sejak zaman Edo dan masih jadi tradisi tahunan sampe saat ini. Festival Toori no Ichi ini sebenernya diselenggarain di berbagai tempat di Jepang, tapi yang paling terkenal ialah di kuil Chokoku di Asakusa. Festival ini berlangsung pas malem hari jadi pengunjung bisa nikmatin lampu-lampu yang indah dari lentera di sepanjang jalanan kuil. Di festival ini, pengunjung juga bisa membeli garu kecil yang berdekorasi bambu. Festival ini diadain masyarakat Jepang sebagai doa untuk diberi kesehatan, keberuntungan dan bisnis yang lancar.

 

  1. Sapporo Yuki Matsuri di musim dingin

 


Sapporo Yuki Matsuri ialah festival salju yang paling populer di Jepang. Festival ini diadain di daerah paling utara pulau Jepang, yaitu Hokkaido yang merupakan tempat pertama turun salju di Jepang. Berbagai patung yang terbuat dari salju dengan berbagai bentuk yang unik dan megah dipamerin di Sapporo Yuki Matsuri ini. Festival ini sebenernya dimulai pas tahun 1950 dimana sekelompok siswa SMP dan SMA majang 6 biji patung yang terbuat dari salju di Taman Odori. Sampe hari ini, udah sekitar lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya, baik dari dalam maupun luar negeri yang dateng ke festival salju terbesar di Jepang ini. Sugoii nee!

 

  1. Ada festival Penis di musim semi!

Ini bukanlah berita hoax, bukan pula berita hasil karangan dan fantasi penulis untuk naikin traffic situs, karena festival ini sesungguhnya beneran ada! Di Jepang, setiap tahun pas bulan april, masyarakat di sekitar kuil Kanamara, Kawasaki berbondong-bondong dateng buat nyaksiin festival nyentrik ini yang bernama Kanamara Matsuri. Selama festival berlangsung, omikoshi-sebuah penis raksasa yang terbuat dari besi diarak di sepanjang jalan sebagai simbolisasi dari pengharapan kepada dewa kesuburan. Selain sebagai perlambangan doa, festival ini juga bertujuan untuk ningkatin kesadaran masyarakat tentang bahayanya penyakit kelamin seperti HIV. Di festival ini kamu juga bisa nemuin pernak-pernik lucu berbentuk penis, mulai dari topi, boneka, sampe gantungan kunci. Adapula cemilan semacem pisang cokelat dan lolipop yang bentuknya kayak penis. Hmm menarik ya!

 

  1. Shan Shan Matsuri di musim panas

Shan Shan Matsuri atau festival payung ialah festival yang udah diselenggarain sejak berabad-abad yang lalu oleh masyarakat Jepang sebagai ritual pemanggilan hujan. Festival ini berlangsung setiap bulan Agustus di daerah Tottori. Asal usul nama Shan Shan konon berasal dari suara lonceng yang kepasang di payung yang dipake pas ritual yang nimbulin bunyi “Shan Shan”. Setiap tahun festival ini selalu rame pengunjung, biasanya sampe lebih dari 4000 peserta. Peserta yang ikut dalam ritual diharusin untuk make pakaian tradisional khas Jepang, Yukata, dan make payung warna warni dengan lonceng di setiap sisinya. Indah sekali bukan?

 

Gimana readers? Kalau kamu berkesempatan untuk pergi ke Jepang, pastiin kamu datang ke salah satu festival diatas ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *